Hai Anakku … !!!

3 November 2009 muhammad ain

PE-032-0772Hai anakku, ketahuilah, sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam ke dalamnya. Bila engkau ingin selamat, layarilah lautan itu dengan sampan taqwa, isinya ialah iman dan layarnya tawakkal kepada Allah

Hai anakku, orang-orang yang senantiasa menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, maka dirinya akan mendapat penjagaan dari Allah. Orang yang sadar setelah menerima nasihat orang lain, dia akan senantiasa menerima kemulian dari Allah juga.

Hai anakku, orang yang merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan taat kepada Allah, maka dia itu tawadu’ kepada Allah, dia akan lebih dekat kepada Allah dan selalu berusaha menghindarkan ma’siyat kepada Allah.

Hai anakku, seandainya ibu bapamu marah kepadamu karena kesalahanmu, itu adalah bagaikan pagar bagi tanaman.

Hai anakku, jauhkan dirimu dari berhutang, karena sesungguhnya berhutang itu bisa menjadikan dirimu hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam.

Hai anakku, selalu berharaplah kepada Allah tentang sesuatu yang bisa menghindarkan sifat durhaka kepada Allah. Takutlah kepada Allah dengan sebenar benar takut (taqwa), tentulah engkau akan terlepas dari sifat berputus asa dari rahmat Allah.

Hai anakku, seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya karena tidak dipercayai orang dan seorang yang telah rusak akhlaqnya akan senantiasa banyak melamunkan hal hal yang tidak benar. Ketahuilah, memindahkan batu besar gunung itu lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mau mengerti.

Hai anakku, engkau telah merasakan betapa beratnya mengangkat batu besar dan besi yang amat berat, tetapi akan lebih berat lagi bila engkau mempunyai tetangga yang jahat.

Hai anakku, janganlah engkau mengirimkan orang yang bodoh sebagai utusan. Maka bila tidak ada orang yang cerdik, sebaiknya dirimulah saja yang layak menjadi utusan.

Hai anakku, jauhilah bersifat dusta, sebab dusta itu mudah dilakukan, bagaikan memakan daging burung, padahal sedikit berdusta itu memberikan akibat yang berbahaya. Orang beriman tak berdusta, anakku.

Hai anakku, bila engkau mempunyai dua pilihan, ta’ziyah orang mati atau hadir di majelis perkawinan, pilihlah untuk menziarahi orang mati, sebab ia akan mengingatkanmu kepada kampung akhirat sedangkan menghadiri pesta perkawinan hanya mengingatkan dirimu kepada kesenangan duniawi.

Hai anakku, janganlah engkau makan sampai kenyang yang berlebihan, karena sesungguhnya makan yang terlalu kenyang itu lebih layak bagi anjing. Tak diberi ia menggonggong, diberi pun dia menggonggong.

Hai anakku, janganlah engkau langsung menelan saja karena manisnya barang dan janganlah langsung memuntahkan saja pahitnya barang itu, karena manis belum tentu menimbulkan kesegaran dan pahit itu belum tentu menimbulkan kesengsaraan.

Hai anakku, makanlah makananmu bersama-sama dengan orang-orang yang taqwa dan musyawarahkanlah urusanmu dengan para ‘ulama dengan cara meminta nasihat dari mereka.

Hai anakku, bukanlah satu kebaikan namanya bila engkau selalu mencari ilmu tetapi tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubahnya orang yang mencari kayu bakar, maka setelah banyak ia tidak mampu memikulnya, padahal ia masih mau menambahkannya.

Hai anakku, bila engkau mencari kawan sejati, maka ujilah terlebih dahulu dengan membuatnya marah. Bila dalam kemarahan itu dia masih berusaha mengingatkanmu, maka baik engkau menjadikan dia teman. Bila tidak, maka berhati-hatilah.

Hai anakku, selalulah baik tutur kata dan halus budi bahasa serta berseri wajahmu, dengannya engkau akan dicintai orang melebihi cintanya seseorang terhadap orang lain yang pernah memberikan barang yang berharga.

Hai anakku, bila engkau berteman, tempatkanlah dirimu padanya sebagai orang yang tidak mengharapkan sesuatu daripadanya. Namun biarkanlah dia yang mengharapkan sesuatu darimu.

Hai anakku, jadikanlah dirimu dalam segala tingkah laku sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau mengharap sanjungan orang lain karena itu adalah sifat riya’ yang akan mendatangkan cela pada dirimu.

Hai anakku, janganlah engkau condong kepada urusan dunia dan hatimu selalu disusahkan oleh dunia. Engkau diciptakan Allah bukanlah untuk meraih dunia saja. Sesungguhnya tiada makhluq yang lebih hina daripada orang yang terpedaya dengan dunianya.

Hai anakku, usahakanlah agar mulutmu jangan mengeluarkan kata kata yang busuk dan kotor serta kasar, karena engkau akan lebih selamat bila berdiam diri. Kalau berbicara, usahakanlah agar bicaramu mendatangkan manfaat bagi orang lain.

Hai anakku, janganlah engkau mudah tertawa kalau bukan karena sesuatu yang menggelikan, janganlah engkau berjalan tanpa tujuan yang pasti, janganlah engkau bertanya sesuatu yang tidak ada gunanya bagimu, janganlah menyia-nyiakan hartamu.

Hai anakku, barangsiapa jadi penyayang tentu akan disayangi, siapa yang pendiam akan selamat daripada berkata yang mengandung racun, dan siapa yang tidak dapat menahan lidahnya dari berkata kotor tentu akan menyesal.

Hai anakku, bergaullah rapat dengan orang yang ‘alim. Perhatikanlah kata-katanya karena dia itu nasihat bagimu. Dan sesungguhnya sejuklah hati ini mendengarkan nasihatnya, hidupkan hati ini dengan cahaya hikmah dari mutiara kata-katanya bagaikan tanah yang subur yang selalu disirami air hujan.

Hai anakku, ambillah dunia sekadar keperluanmu saja, dan nafkahkanlah yang selebihnya untuk bekal akhiratmu. Jangan engkau buang dunia ini ke keranjang sampah karena nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta meneguk habis airnya karena sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka.

Hai anakku, janganlah engkau berteman dengan orang yang bermuka dua, kelak akan membinasakan dirimu.

 

from: yakinku.wordpress.com

Entry Filed under: ummahat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

telusur

kategori

File

kalender

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

about me

 
%d blogger menyukai ini: